Postingan

Menampilkan postingan dengan label Olyvia Bendon

Menyusuri Jejak Nippon di Lakkang Makassar

Gambar
Lakkang ! Satu kata itu tak  bosan gentayangan menyesaki kepala saya selama seminggu jelang mudik. Satu kata yang sukses membatalkan semua itinerary Makassar yang dipersiapkan selama 3 bulan! Kata Harry Mukti, "cukup satu kata ketika ingin bicara, tentang bara di dada, cukup satu kata!" Dan kata itu adalah Lakkang!

Makam Ade Irma Suryani: Korban Cakrabirawa

Gambar
Mentari perlahan meredupkan cahayanya saat langkah kami berempat berhenti di gerbang Makam Ade Irma Suryani di Jl Nipah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tak ada informasi penanda tempat, hanya karena meyakini bangunan yang menjulang di tengah taman sebagai Monumen Ade Irma Suryani, menarik langkah kami untuk mendekat.

Kelenteng Sin Tek Bio

Gambar
Pernahkah anda mendengar kelenteng di daerah Pasar Baru? Ya, di tengah–tengah pasar, berhimpit di antara gedung yang menjulang, di sebuah gang sempit tak jauh dari Bakmi Gang Kelinci, tepat di belakang Bakmi A Boen yang terkenal itu terdapat Kelenteng Sin Tek Bio Pasar Baru Jakarta , salah satu kelenteng tertua di Kota Jakarta.

Gunongan Banda Aceh, Persembahan Cinta Sultan Iskandar Muda

Gambar
Bila India punya Taj Mahal, Thailand ada Prasat Hin Phimai dan Durban dengan Kastil Stratford-nya sebagai simbol cinta kasih, di banda Aceh ada Gunongan . Gunongan artinya gunung, bangunan berupa gunungan yang dipersembahkan Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya Putri Kamaliah dari Negeri Pahang, Malaysia.

Menitip Jejak di Kerkhof Peutjut Banda Aceh

Gambar
Mengunjungi Aceh adalah satu impian yang jadi kenyataan ketika menyambut tawaran pada minggu kedua Oktober lalu. Jejak pertama berawal dari Kerkhof Peutjut Banda Aceh , makam militer terbesar di tengah kota, di depan Blang Padang. Kerkhof kami kunjungi saat tetes hujan masih menyisakan jejaknya di pelataran makam.

Kampung Adat Ke'te' Kesu' Toraja

Gambar
Senja menemani langkah kami memasuki area yang dikenal dengan sebutan Kampung Adat Ke'te' , Kesu', di Toraja Utara pada penghujung tahun lalu. Setelah membayar tiket masuk di loket jaga di bagian depan, kami memacu langkah berpayung langit gelap, berlomba dengan gerimis untuk segera mencari tempat berteduh yang aman.

Kuburan Londa Toraja Sulawesi Selatan

Gambar
Seorang kawan pernah berkata, ke Toraja berarti wisata kuburan. Ada benar dan salahnya. Benar karena sebagian besar destinasi wisata yang dipromosikan maupun yang banyak dikenal orang adalah kuburan khas Toraja. Saya katakan salah karena masih banyak destinasi wisata lain yang bisa dinikmati di Toraja, misalnya budaya, alam, atau sejarah.

Kuburan Batu Lemo Toraja Sulawesi Selatan

Gambar
Cuaca kurang bersahabat ketika kami melangkah ke jalan besar mencari angkutan jurusan Makale yang melewati Desa Lemo dimana Kubur Batu Lemo berada. Untuk mengantisipasi bila hujan mendadak turun, trash bag pun disiapkan di

Rumah Bersejarah Inggit Garnasih Bandung

Gambar
Setelah berjuang menembus kemacetan dari penjara Sukamiskin dan Banceuy, sampai juga langkah kami di depan Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di ujung Jalan Ciateul, Bandung. Sebuah rumah mungil dengan empat kamar ukuran kecil masing-masing berfungsi

Museum Sejarah Bentoel Malang

Gambar
Orang harus mau melarat dulu jangan lantas mau jadi kaya saja. Ong Hok Liong . Matahari tepat di atas kepala saat langkah kami sampai di depan pagar bangunan bercat putih yang terhalang oleh deretan kendaraan yang parkir di sepanjang Jl Pecinan Kecil di kawasan Pecinan Malang.

Menaksir Kerbau di Pasar Bolu Rantepao Toraja

Gambar
Kerbau dan babi adalah dua jenis hewan yang tak bisa dipisahkan dari upacara adat Toraja, Sulawesi Selatan. Maka, berkunjung ke Toraja tanpa menyempatkan diri melihat kegiatan jual beli kerbau dan babi di Pasar Bolu, Rantepao belumlah lengkap! Bersamaan dengan datangnya hari pasar Rantepao (hari pasar di Toraja jatuh enam hari sekali, berlangsung secara bergantian di enam pasar besar di Tana Toraja dan Toraja Utara ), saya mengajak tiga kawan yang menyusul ke Toraja untuk melihat kegiatan di pasar hewan. Sebagai pemandu yang baik, pk 06 pagi saya paksa mereka untuk keluar dari balik dekap hangatnya selimut ;). Karena niatnya hanya ke pasar, sebelum berangkat kami pun sekedarnya mencuci muka, menyikat gigi lalu keluar mencegat angkot jurusan Pasar Bolu yang lewat di depan rumah. Hari masih pagi, pk 08.30 tapi matahari mulai menyengat seakan berlomba dengan teriakan parau tukang obat di depan gerbang menuju pasar yang memekakkan kuping. Jalanan menyempit dipadati dagangan yang digel...

Menaksir Kerbau di Pasar Bolu Rantepao Toraja

Kerbau dan babi adalah dua jenis hewan yang tak bisa dipisahkan dari upacara adat Toraja, Sulawesi Selatan. Maka, berkunjung ke Toraja tanpa menyempatkan diri melihat kegiatan jual beli kerbau dan babi di Pasar Bolu, Rantepao belumlah lengkap!

Mausoleum O.G. Khouw Jakarta

Gambar
Mungkin anda heran dengan judul di atas, masa sih ada mausoleum di Jakarta? Ada donk! Sayangnya nama Mausoleum O.G. Khouw kurang dikenal sehingga tidak tercantum dalam daftar mausoleum yang ada di Asia seperti Astana Giri Bangun milik keluarga mantan presiden RI ke-2, Soeharto yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah.

Pulang-Pulang Toraja

Sebenarnya saya bingung mau memulai dari mana cerita tentang Toraja, kampung halaman saya. Bolak-balik mencari ide tapi tetap tidak menemukan cara yang pas untuk menuliskannya. Ide itu tiba-tiba muncul saat membuka album lama dan menemukan

Museum Benteng Heritage Tangerang

Kawan lama datang bagai angin menyejukkan . Itu adalah sebuah pepatah Tiongkok kuno yang terpampang di salah satu tiang rumah tua di kawasan Pasar Lama Tangerang yang sekarang dijadikan museum yang dinamai Museum Benteng Heritage. Rumah yang benar-benar menyejukkan bagi pengunjung, meski berhimpit di tengah pasar.