Berapa Harta yang Dibutuhkan agar Financially Independent?
Kebebasan finansial (financial independence) adalah kondisi di mana kekayaan yang kita miliki mampu menghasilkan pendapatan pasif yang cukup untuk menutupi seluruh kebutuhan hidup, tanpa harus bergantung pada penghasilan aktif dari bekerja.
Konsep ini menjadi impian banyak orang, tetapi sering kali terasa abstrak karena pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya jumlah kekayaan yang perlu dikumpulkan untuk mencapainya?

Menentukan angka pasti untuk mencapai kebebasan finansial bergantung pada berbagai faktor, terutama gaya hidup dan strategi investasi yang dipilih. Ada yang berpendapat bahwa kekayaan 25 kali pengeluaran tahunan sudah cukup, sementara yang lain merasa perlu membangun aliran pendapatan pasif yang lebih beragam.
Lantas, bagaimana cara menghitung target kekayaan yang tepat untuk kondisi pribadi masing-masing?
Artikel ini akan membahas pendekatan praktis dalam menghitung jumlah kekayaan yang dibutuhkan untuk mencapai kebebasan finansial. Kita akan mengeksplorasi metode seperti 4% rule, perhitungan berbasis passive income, serta strategi untuk mempercepat pencapaiannya. Dengan pemahaman yang jelas, kita bisa mulai merencanakan langkah-langkah konkret menuju kemandirian finansial yang berkelanjutan.
Baca: Gardu Pandang: Panorama Elok Baturraden
Rumusnya:
Financial Independence Number = (Pengeluaran Tahunan) ÷ 4%
Atau:
FI Number = Pengeluaran Tahunan × 25
Contoh:
Jika pengeluaran tahunan Rp 150 juta:
FI Number = Rp 150 juta × 25 = Rp 3,75 miliar
Dengan portofolio Rp 3,75 miliar, Anda bisa menarik 4% (Rp 150 juta/tahun) tanpa mengurangi pokok investasi secara signifikan.
Baca: Paseban Batur Sengkala: Megalitik Baturraden
Misal:
Kebutuhan bulanan: Rp 12,5 juta
Passive income target: Rp 12,5 juta/bulan (Rp 150 juta/tahun)
Jika investasi di reksa dana dengan yield 6% per tahun:
Kekayaan dibutuhkan = (Passive Income Tahunan) ÷ Yield
= Rp 150 juta ÷ 6% = Rp 2,5 miliar
Berapa FI Number Anda? Hitung dan mulai rencanakan dari sekarang!
Konsep ini menjadi impian banyak orang, tetapi sering kali terasa abstrak karena pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya jumlah kekayaan yang perlu dikumpulkan untuk mencapainya?

Menentukan angka pasti untuk mencapai kebebasan finansial bergantung pada berbagai faktor, terutama gaya hidup dan strategi investasi yang dipilih. Ada yang berpendapat bahwa kekayaan 25 kali pengeluaran tahunan sudah cukup, sementara yang lain merasa perlu membangun aliran pendapatan pasif yang lebih beragam.
Lantas, bagaimana cara menghitung target kekayaan yang tepat untuk kondisi pribadi masing-masing?
Artikel ini akan membahas pendekatan praktis dalam menghitung jumlah kekayaan yang dibutuhkan untuk mencapai kebebasan finansial. Kita akan mengeksplorasi metode seperti 4% rule, perhitungan berbasis passive income, serta strategi untuk mempercepat pencapaiannya. Dengan pemahaman yang jelas, kita bisa mulai merencanakan langkah-langkah konkret menuju kemandirian finansial yang berkelanjutan.
Baca: Gardu Pandang: Panorama Elok Baturraden
Rumus Menghitung Kekayaan untuk Financially Independent
1. Tentukan Pengeluaran Tahunan Anda
Langkah pertama adalah menghitung berapa uang yang Anda butuhkan setiap tahun untuk hidup nyaman. Misalnya:- Kebutuhan dasar (makan, transport, rumah): Rp 120 juta/tahun
- Hiburan, liburan, dll: Rp 30 juta/tahun
- Total pengeluaran tahunan: Rp 150 juta/tahun
2. Gunakan Aturan 4% (Safe Withdrawal Rate)
Aturan ini menyatakan bahwa Anda bisa menarik 4% dari portofolio investasi setiap tahun tanpa khawatir uang habis.Rumusnya:
Financial Independence Number = (Pengeluaran Tahunan) ÷ 4%
Atau:
FI Number = Pengeluaran Tahunan × 25
Contoh:
Jika pengeluaran tahunan Rp 150 juta:
FI Number = Rp 150 juta × 25 = Rp 3,75 miliar
Dengan portofolio Rp 3,75 miliar, Anda bisa menarik 4% (Rp 150 juta/tahun) tanpa mengurangi pokok investasi secara signifikan.
Baca: Paseban Batur Sengkala: Megalitik Baturraden
3. Alternatif: Berdasarkan Passive Income
Jika Anda mengandalkan passive income (dividen, sewa, bisnis otomatis), hitung berapa yang dibutuhkan per bulan.Misal:
Kebutuhan bulanan: Rp 12,5 juta
Passive income target: Rp 12,5 juta/bulan (Rp 150 juta/tahun)
Jika investasi di reksa dana dengan yield 6% per tahun:
Kekayaan dibutuhkan = (Passive Income Tahunan) ÷ Yield
= Rp 150 juta ÷ 6% = Rp 2,5 miliar
Faktor yang Mempengaruhi Financial Independence Number
- Inflasi → Nilai uang akan turun, jadi investasi harus melebihi inflasi.
- Gaya hidup → Semakin besar pengeluaran, semakin besar FI Number.
- Return Investasi → Jika return tinggi (misal 8-10%), FI Number bisa lebih kecil.
- Pajak & Biaya → Pastikan passive income sudah bersih dari potongan.
Strategi Mencapai Financial Independence
- Hidup di Bawah Kemampuan → Tingkatkan tabungan & investasi.
- Investasi Konsisten → Reksa dana, saham, properti, atau bisnis sampingan.
- Diversifikasi Passive Income → Sewa properti, dividen, royalti, dll.
- Pantau Progress → Evaluasi portofolio setiap tahun.
Pengeluaran/Bulan | Pengeluaran/Tahun | FI Number (4% Rule) |
Rp 10 juta | Rp 120 juta | Rp 3 miliar |
Rp 20 juta | Rp 240 juta | Rp 6 miliar |
Rp 30 juta | Rp 360 juta | Rp 9 miliar |
Kesimpulan
Untuk mencapai financial independence, Anda perlu:- Menghitung pengeluaran tahunan.
- Menentukan target kekayaan dengan aturan 4% atau passive income.
- Berinvestasi secara disiplin dan hidup hemat.
Berapa FI Number Anda? Hitung dan mulai rencanakan dari sekarang!