Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kudus

Masjid Wali Loram Kulon Kudus

Gambar
Matahari masih terasa hangat menerpa kulit saat kami turun di halaman depan Masjid Wali Loram Kulon Kudus , dengan taman asri dan bundaran air mancur di depannya. Sedikitnya ada dua hal menarik dengan masjid ini, yaitu bangunan aslinya didirikan pada 1596-1597 oleh seorang Tionghoa Muslim asal Campa bernama Tjie Wie Gwan, dan yang kedua adalah adanya kori agung gapura paduraksa bergaya Majapahitan di bagian depannya.

Masjid Wali Jepang Kudus

Gambar
Bangunan bersejarah terakhir yang saya kunjungi di kota sunan ini adalah Masjid Wali Jepang Kudus atau Masjid Wali Al-Makmur Jepang. Nama Jepang tak ada hubungannya dengan negeri matahari terbit, namun berasal dari kata Jipang, nama kadipaten dimana Arya Penangsang pernah memerintah dan memupuk mimpinya untuk menuntut tahta Demak sebagai anak kandung Raden Kikin (Pangeran Sekar Seda Ing Lepen).

Pindang Ayam H Sulichan Taman Bojana Kudus

Gambar
Sebelum kembali ke hotel, kami mampir mengisi perut di warung Pindang Ayam H Sulichan Taman Bojana Kudus , mengikuti saran Kasmudi. Soal makanan khas mana yang enak dan relatif murah ia punya banyak pengalaman dan langganan karena lama malang melintang di wilayah sekitaran pantai utara Jawa bagian tengah ini. Selain parkir yang luas, ada banyak pilihan warung makan di pusat kuliner Kudus ini.

Makam Sunan Kedu Gribig Kudus

Gambar
Senja mulai jatuh ketika kami tiba di area yang sunyi dimana terdapat cungkup Makam Sunan Kedu Gribig Kudus . Meski di sisi depan dan kanan ada beberapa rumah penduduk, namun seperti tak ada kehidupan di sana. Semua orang tampaknya sudah masuk ke dalam rumah, atau pergi ke masjid untuk maghriban yang entah dimana tempatnya. Belakangan baru saya ketahui ada masjid yang jaraknya hanya 75 meter dari cungkup makam, arah ke selatan.

Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus

Gambar
Kami menghabiskan waktu di sore hari itu dengan berkunjung ke Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus yang berada di lereng selatan Gunung Muria, sekitar 2 km sebelum masuk ke wilayah Colo. Tempat wisata alam ini berada pada ketinggian 600 mdpl dengan luas sekitar 5 ha, dinaungi pohon pinus yang menghutan di sana. Pintu masuk ke kawasan berada di sisi sebelah kiri Jalan Raya Kudus - Colo.

Museum Purbakala Patiayam Kudus

Gambar
Sungguh tak terpikirkan bahwa ada Museum Purbakala Patiayam Kudus di daerah Wali dan rokok kretek ini. Dalam perjalanan sempat ada perasaan kurang yakin tentang apa yang akan kami lihat, karena tak pernah terekam dalam ingatan adanya situs purbakala besar di wilayah Kudus. Bicara purbakala, tak bisa tidak ingatan orang pasti akan meluruk ke Museum Purbakala Sangiran Sragen , bukan ke Kudus. Namun Kudus ternyata punya museum purbakala yang sangat mengesankan.

Kelenteng Hok Tik Bio Kudus

Gambar
Posisi Kelenteng Hok Tik Bio Kudus , salah satu yang tertua di kota ini, cukup strategis karena diapit tiga jalan, yaitu di sisi barat daya, timur laut, dan tenggara. Lokasinya berada agak ke pinggiran kota, sekitar 850 meter dari jalan lingkar luar Kudus, arah ke selatan. Tuan rumah kelenteng ini, sesuai namanya, adalah Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi yang berkahnya dinanti oleh para petani dan pedagang.

Museum Kretek Kudus

Gambar
Menjelang tengah hari kami tiba di Museum Kretek Kudus , sebuah museum yang bangunan utamanya berada di area sangat luas, dipadu sejumlah fasilitas untuk memikat pengunjung dari segala jenjang usia. Jika sudah di kota ini memang wajib berkunjung ke museum kretek, seperti jika ke Jakarta maka wajib ke Museum Nasional atau Monumen Nasional , karena Kudus tak bisa dipisahkan dengan sejarah rokok kretek.

Bendungan Jembatan Tambak Lulang Ploso Kudus

Gambar
Entah bagaimana caranya Kasmudi bisa menemukan lokasi Bendungan Jembatan Tambak Lulang Ploso Kudus ini. Sependek ingatan saya, ia hanya bertanya arah sekali, dan itu pun sudah sangat dekat dengan lokasi. Meskipun tinggal di Jepara, pengetahuannya tentang wilayah Kudus boleh dikatakan cukup baik. Lintasan dari Lasem, Rembang, Pati, Kudus, Demak hingga Semarang tampaknya sudah menjadi daerah jelajahnya, bahkan hingga ke Blora dan Grobogan.

Makam Pangeran Puger Demaan Kudus

Gambar
Satu jam jelang tengah hari kami tiba di depan gapura Makam Pangeran Puger Demaan Kudus , di tengah kompleks permukiman penduduk yang cukup padat. Bukan waktu yang baik untuk ke kubur, karena biasanya kuncen tak ada di tempat, dan hawa panas terasa menyengat. Namun sebagai pejalan musiman, kadang terasa mewah untuk bisa mengatur waktu kunjung, utamanya lantaran buta lokasi sehingga tak gampang atur rute.

Kelenteng Hok Ling Bio Kudus

Gambar
Dari luar, bangunan Kelenteng Hok Ling Bio Kudus tidak terlihat terlalu menonjol, lantaran meski puncak atapnya berbentuk pelana namun tak ada patung naga berebut mustika atau patung burung Hong yang biasa menghias atap kelenteng. Boleh jadi karena kelenteng ini utamanya digunakan oleh penganut agama Konghucu, meski resminya merupakan kelenteng Tri Dharma sebagaimana terlihat pada prasastinya.

Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

Gambar
Tampak luar Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus terlihat modern dengan arsitektur timur tengah, menara kembar yang tinggi, kubah, dan akses masuk berupa lubang-lubang lengkung dengan satu yang paling besar ada di tengah. Masjid ini tampaknya telah mengalami renovasi besar yang terjadi belum lama, namun tak saya temukan informasi mengenai kapan pekerjaan itu dilakukan, mungkin kurang dari lima tahun lalu.

Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

Gambar
Lokasi Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus masih berada di dalam kota, namun agak masuk ke dalam dari jalan besar. Makam ini bisa diakses dari Jl Kyai Telingsing, dengan lintasan cukup panjang dan agak berkelok dan belum sepenuhnya dipetakan oleh Google Maps. Bisa juga diakses lewat Jl. DR. Wahidin Sudirohusodo yang jaraknya lebih dekat dan mobil bisa masuk hingga ke dekat makam.

Langgar Bubrah Kudus

Gambar
Namanya cukup eksotis, Langgar Bubrah Kudus , yang dari sana orang bisa memperkirakan bahwa kondisi langgar ini tentu tidak berada dalam keadaan utuh. Namun demikian, meskipun katakanlah berupa reruntuhan sekalipun, tetap kurang afdol jika tak mengunjunginya. Lagipula jaraknya dekat saja, masih di dalam kota, hanya sekitar 400 meter dari Masjid Menara Kudus , arah ke selatan.

Kelenteng Hok Hien Bio Kudus

Gambar
Langit sudah mulai pucat ketika kami tiba di lokasi Kelenteng Hok Hien Bio Kudus karena matahari sudah memanjat sekira 45 derajat menuju titik puncak, dan bangunan kelenteng menghadap ke utara, sedikit ke timur laut, arah Puncak Gunung Muria. Umumnya kelenteng memunggungi gunung dan menghadap laut, namun laut di selatan sangat jauh, lebih dekat laut di sebelah barat dan utara, di belakang gunung.

Masjid Nganguk Wali Kudus

Gambar
Matahari masih rendah di belahan bumi sebelah timur ketika kami tiba di pelataran Masjid Nganguk Wali Kudus , sebuah masjid unik yang masih menjaga warisan budaya masa lalu. Akses masuk ke masjid ini adalah dari Jalan Tanjung, masuk ke dalam gang yang berada persis di sebelah selatan Hotel Hom yang berada di Jalan Tanjung No. 14-16.

Masjid Agung Kudus

Gambar
Waktu shalat maghrib baru saja masuk saat kami tiba pusat kota, dan saya pun memutuskan untuk singgah di Masjid Agung Kudus yang letaknya persis di sudut barat daya Alun-alun, menghadap arah ke timur. Sedangkan di sisi utara ada Pendopo Kabupaten Kudus dengan halaman memanjang, bersebelahan dengan Pujasera Taman Bojana.

Sendang Belik Moro Rahtawu Kudus

Gambar
Kunjungan ke Sendang Belik Moro Rahtawu terjadi karena kebetulan melihat ada tanda di pinggir jalan dengan dasar hijau dan tulisan putih yang menyebut nama sendang dan nama Pertapaan Kunto Dewo. Meskipun sudah merasa cukup untuk hari itu namun jarak yang ditulis pada tengara itu menggoda, karena menyebut angka 100 meter. Kedua tempat itu pada arah dan jarak yang sama.

Pemandian Alam Kedung Gong Rahtawu Kudus

Gambar
Anugerah alam lainnya yang dimanfaatkan oleh penduduk Rahtawu untuk menjala rupiah dari pejalan yang datang melancong adalah menawarkan Pemandian Alam Kedung Gong Rahtawu . Entah siapa yang memulai dan mempeloporinya, namun setiap manusia memang diberi bongkahan abu-abu di dalam kepalanya yang mestinya dipakai berpikir dan menyiasati hidup.

Pemandian Alam Kali Petuk Rahtawu Kudus

Gambar
Sungai adalah salah satu wisata alam yang ditawarkan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Pemandian Alam Kali Petuk Rahtawu Kudus merupakan satu diantara yang ditawarkan itu. Bagi orang desa, kali adalah tempat bermain sehari-hari, entah untuk mandi sambil bermain air dan ciblongan, buang hajat, mengail, nggethik (menetak) ikan, atau memancing sidat.