Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sawahlunto

Dendeng Batokok Muara Kalaban

Gambar
Lokasi rumah makan yang menyediakan menu khas Dendeng Batokok Muara Kalaban berada di Jalan Lintas Sumatera seksi Muara Kalaban, Kecamatan Silungkang, Sawahlunto, Sumatera Barat, sekitar 5 km dari Pusat Kota Sawahlunto. Rumah makan Minang ini sempat kami kunjungi untuk mencicipi dendeng batokok di tempat aslinya.

Hotel Ombilin Sawahlunto

Gambar
Hotel Ombilin Sawahlunto adalah tempat dimana kami berhenti ketika baru saja tiba di Kota Sawahlunto, beberapa saat setelah matahari tenggelam di balik bukit. Sayangnya tidak tersisa kamar buat kami, karena Sawahlunto malam itu tampaknya sedang dibanjiri tamu yang akan melihat Pacuan Kuda dan Pacu Jawi keesokan harinya.

Lubang Kalam Sawahlunto

Gambar
Lubang Kalam Sawahlunto adalah sebutan bagi terowongan jalan kereta api yang menembus kaki bukit Barisan sepanjang 835 m yang dikerjakan oleh orang rantai, yaitu para narapidana yang menjadi pekerja paksa dan dimanfaatkan pemerintah kolonial Belanda untuk menambang batu bara di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Kain Tenun Silungkang Sawahlunto

Gambar
Kain Tenun Silungkang Sawahlunto merupakan salah satu hasil kerajinan kain tenun rakyat yang terkenal dari wilayah Sumatera Barat. Pusat kerajinan tenun terkenal lainnya di provinsi ini yang sering diburu orang adalah Kain Tenun Pandai Sikek di Kecamatan Sepuluh Kota, Tanah Datar.

Silo dan Sizing Plant Sawahlunto

Gambar
Tiga buah Silo berukuran raksasa yang letaknya berdekatan satu sama lain dan sempat saya lihat beberapa hari sebelumnya, akhirnya saya kunjungi juga sesaat setelah meninggalkan Museum Kereta Api Sawahlunto . Ketiga Silo ini berada di daerah Saringan, terpisah beberapa ratus meter dengan Sizing Plant, dihubungkan dengan rel yang menjulang tinggi di angkasa.

Rumah Potong Sawahlunto

Gambar
Rumah Potong Sawahlunto merupakan salah satu bangunan tua yang menjadi bagian dari Dapur Umum Sawahlunto. Namun jika bangunan utama dapur umum sekarang telah berubah fungsinya menjadi Museum Gudang Ransum, maka rumah potong ini masih tetap berfungsi.

Rumah Pek Sin Kek Sawahlunto

Gambar
Rumah Pek Sin Kek Sawahlunto merupakan bangunan tua lainnya di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang sempat dipugar pada 2005 - 2006. Meskipun sudah mulai terlihat pudar dan uzur ketika saya berkunjung ke tempat itu beberapa waktu lalu, namun Rumah Pek Sin Kek yang bergaya China ini masih menyisakan kemegahannya.

Gedung PTBA Sawahlunto

Gambar
Gedung PTBA Sawahlunto merupakan bangunan tua lainnya di kota kaya batu bara yang cadangan di perut buminya semakin sulit ditambang ini. Gedung PTBA Sawahlunto, yang berlantai dua dan memiliki menara tinggi di tengahnya itu, masih terlihat berdiri dengan gagah ketika kami mampir melihatnya.

Gedung Pegadaian Sawahlunto

Gambar
Gedung Pegadaian Sawahlunto merupakan salah satu bangunan tua di kota ini, yang pertama kali dibangun pada 1917. Gedung Pegadaian Sawahlunto pada waktu saya kunjungi terlihat masih dalam keadaan baik, yang tampaknya merupakan hasil renovasi setelah sempat terbakar pada tahun 2008.

Museum Kereta Api Sawahlunto

Gambar
Museum Kereta Api Sawahlunto layak didirikan di bekas kota tambang batu bara di wilayah Sumatera Barat ini, karena memang memiliki sejarah yang cukup panjang dengan kereta besi. Sejarah yang tidak lepas dengan kegiatan eksploitasi tambang batu bara secara besar-besaran di daerah Sawahlunto oleh pemerintah kolonial Belanda.

Museum Gudang Ransum Sawahlunto

Gambar
Museum Gudang Ransum Sawahlunto yang diresmikan pada 17 Desember 2005 ini menempati sebuah kompleks bangunan bekas dapur umum bagi para pekerja tambang batu bara dan pasien RSU Sawahlunto yang ketika itu berjumlah ribuan orang. Gedung Museum Gudang Ransum sendiri dibangun pada tahun 1918.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto

Gambar
Dari tempat menginap, yang dikenal dengan nama W1 (mess bujangan Belanda yang dibangun tahun 1920-an, kini mess Pemda), pagi-pagi sebelum sarapan kami berjalan kaki turun ke Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto , Sumatera Barat. Kota Sawahlunto memang konturnya berbukit-bukit, dengan deretan perbukitan tinggi mengelilinginya. Sebagian bukit itu telah dipotong manusia untuk diambil batu baranya.

Makam Muhammad Yamin Talawi Sawahlunto

Gambar
Makam Muhammad Yamin Talawi Sawahlunto , di kota tempat dimana ia dilahirkan, kami kunjungi dalam perjalanan dari Batusangkar menuju Sawahlunto beberapa tahun lalu. Makam Muhammad Yamin berada di sebuah bangunan kayu dengan arsitektur adat Minangkabau di tengah sebuah kompleks luas di tepi jalan besar.

Lubang Tambang Mbah Soero Sawahlunto

Gambar
Lubang Tambang Mbah Soero Sawahlunto merupakan salah satu tempat wisata yang paling mengesankan saya ketika berada di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Lubang Tambang Mbah Soero dan Info Box Galeri Tambang Batu Bara berada di Jl. M Yazid, Tangsi Baru, Kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto.

Gedung Koperasi Ombilin Sawahlunto

Gambar
Gedung Koperasi Ombilin Sawahlunto letaknya berada di samping Wisma Ombilin, di sudut Jl. Yos Sudarso dan Jl. A. Yani, Sawahlunto. Selain menjadi Gedung Koperasi Karyawan Tambang Batu Bara Ombilin, Gedung Koperasi Ombilin ini sekarang digunakan sebagai Warung, Mini Market dan Apotek dan Toko.

Kantor Polisi Sawahlunto

Gambar
Kantor Polisi Sawahlunto merupakan bangunan tua di kota tambang batubara di wilayah Sumatera Barat ini yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada 1920. Bangunan ini sedari awal memang diperuntukkan bagi kantor polisi, sekaligus sebagai rumah tahanan bagi pekerja tambang yang dinyatakan bersalah telah melakukan pelanggaran.

Sekolah Santa Lucia Sawahlunto

Gambar
Saya masuk ke gedung Sekolah Santa Lucia Sawahlunto dari pintu samping Gereja Santa Barbara, yang langsung menembus ke halaman dalam sekolah. Sedikit tercengang ketika menemui guru Sekolah Santa Lucia untuk meminta ijin, lantaran beberapa guru wanita tampak mengenakan baju perempuan muslim. Rupanya Sekolah Santa Lucia mengakomodasi pelajar dan pelajaran Agama Islam, Katolik dan Protestan.

Gereja Katolik Santa Barbara Sawahlunto

Gambar
Bangunan tua Gereja Katolik Santa Barbara Sawahlunto menarik perhatian ketika lewat di depannya, sehingga si bapak pengemudi mobil pun saya minta untuk berhenti di seberang gedung untuk memotret bangunan gereja dari luar. Merasa tak lengkap hanya dari luar, saya pun melangkah masuk ke dalam pelataran gereja untuk mencoba peruntungan jika diijinkan memotret bagian dalamnya.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto

Gambar
Di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terdapat lumayan banyak gedung-gedung tua peninggalan jaman kolonial yang beberapa diantaranya masih terjaga dengan cukup baik dan telah dijadikan sebagai cagar budaya agar keberadaannya tetap terpelihara sebagai bagian sejarah kota. Salah satu diantaranya adalah Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto yang lokasinya berada di pusat kota tambang batubara ini.

Danau Kandi Sawahlunto

Gambar
Beberapa saat sebelum memasuki kota Sawahlunto, mobil berbelok ke kanan di suatu titik menyimpang dari jalan utama, melewati jembatan Batang Ombilin, dan mampir terlebih dahulu ke kawasan Danau Kandi. Danau Kandi Sawahlunto merupakan danau yang terbentuk dari lubang-lubang besar bekas galian tambang, dan kemudian melebar setelah jebolnya tanggul penahan aliran Sungai Ombilin.